Untuk ibu:
Mungkin seharusnya,
Malam ini kita berkumpul bersama
Para tetangga, teman, dan saudara
Di secuil ruang tamu kita yang mungil
Mungkin seharusnya,
Setelah nyala lilin itu kau tiup
Kuucapkan selamat ulang tahun padamu
Dengan mulut yang kau ajar mengeja huruf agar kata-kataku hidup
Mungkin seharusnya,
Kau potongkan kue tart itu
Dan aku yang pertama kau suapi
Sebagai anakmu yang lahir pertama kali
Mungkin seharusnya,
Kudekap khidmat kedua tanganmu
Yang dulu tak pernah lelah mencuci
Popok-popok yang kukencingi
Mungkin seharusnya,
Kucium pipimu yang mulai keriput
Tempat air mata melereng
Saban kali kami dirubung nyamuk atau meringkuk meriang
Mungkin seharusnya,
Hari ini anak-anakmu masih melihatmu
Duduk tenang dilayani dua anak lanang
Yang kini mengembara gamang lantaran kau tinggalkan
Bukannya tiap malam jumat
Malah membersihkan rumput liar yang tak pernah lebat
Dan guguran bunga kamboja yang berserakan
Di Kramatan...
Barangkali rasa asing yang kau tinggalkan dalam batin
Telah membantu kami melawan taring nasib yang dingin
Biji-biji kepuh bertangkai rapuh, jatuh seperti peluh
Maafkan anakmu yang dulu kau asuh, kau rengkuh, kini tumbuh begitu jauh
Selamat ulang tahun Ibu,
Dengan salam dan doa yang baik
Sigit jati kusumo
Kendari, 12/10/2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar