Minggu, 11 Oktober 2015

Mengunjungi Adik

Sore yang riuh di parangtritis
Masa kanak yang luruh kembali menitis
Dalam kerasnya debur ombak pasang
Dan gendongan bertaut serupa kiambang

Tubuhnya masih kurus seperti dulu
Begitu ringan dalam gendonganku
Senyumnya masih lebar seperti waktu itu
Seperti ketika ia bermanja dengan ibu

Aku bisa hidup seratus tahun lagi
Hanya dengan merasakan kebahagiaan yang kita bagi
Gaung fana dari kenang
Yang lama tercampak di seberang

Sigit JatiKusumo
Yogyakarta, 5 september 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar