Sore yang riuh di parangtritis
Masa kanak yang luruh kembali menitis
Dalam kerasnya debur ombak pasang
Dan gendongan bertaut serupa kiambang
Tubuhnya masih kurus seperti dulu
Begitu ringan dalam gendonganku
Senyumnya masih lebar seperti waktu itu
Seperti ketika ia bermanja dengan ibu
Aku bisa hidup seratus tahun lagi
Hanya dengan merasakan kebahagiaan yang kita bagi
Gaung fana dari kenang
Yang lama tercampak di seberang
Sigit JatiKusumo
Yogyakarta, 5 september 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar