Rabu, 22 Juni 2016

Sepeda

Sepeda

Sepeda itu berjalan pelan
Terhuyung di tanah basah usai hujan
Berguncang - guncang
Kala rodanya melanda bebatuan

Burung gereja terbang rendah di sawah
Menghasilkan gaung kelepak yang indah
Angin sore membawa bau ilalang
Memasuki rongga paru terdalam

Tanganmu merangkul erat pinggangku
Pipimu menempel manja di punggungku
Dendangmu, menghiasi sepanjang jalanku

Langit senja disekian gradasi warna
Membuat siluet pohon menjelma taksu
Sebuah latar sempurna bagi bidadari sepertimu

Sayang angin yang lewat tak mau mencatat
Meskipun diam- diam aku menyimpannya dalam kalbu
Lengkung pelangi itu
Begitu cantik
Seperti dirimu

Sigit Jati Kusumo
7/06/2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar