Sabtu, 16 April 2016

Cahaya (Abhati)

Engkau adalah keindahan pertama yang dicecap indra
Tercipta jauh sebelum adam dan hawa berada di surga
Lebih purba dari cahaya pertama
Yang turun di kaki semesta
Sonya ruri...

Sebelumnya engkau tak tertampung kata
Hingga para turunan adam menyebutmu cinta
Tapi cinta tetap tak termaktub
Dalam tiap kitab mahluk hidup

Kini, dalam dirimu wahai pramodhawardhani
Kulihat cahaya yang telah lama ku yakini:
Aku mencintai cahaya didalam dirimu

Cahaya sejati memancar dari manik matamu
Pantulannya menjelma pendar matahari, bulan, dan bintang gemintang
Serupa api yang menjaga hidup tungku
Niscaya semesta kelam ketika engkau pejam

Dalam tubuhmu yang sumber cahaya
Hembus nafasmu sekuat prana, nafas hidup penuh daya
Bergema di seluruh lereng merapi
Semesta cintamu mengusir sepi
Sejak bertemu denganmu pertama kali
Hati dan pikiran bertingkah ganjil, anomali
Inikah cinta?
Getar hati yang paling purba
Sebelum tercipta alam semesta

Sigit Jati Kusumo
November, 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar