Sajak-sajakku kau tahu
Adalah wujud renjana padamu
Dan sebagai bejana penampung rindu
Bertahun ia mengidam kau baca
Sehimpun rasa terpendam dalam kata
Bacalah,
Biarkan anganmu berlari kecil
Seperti yang kita lakukan di minggu pagi
Agar jiwamu tak terkucil
Dan pandang sejernih air perigi
Deretan konsonan-vokal tak terlafal
Begitu sering gagal dan terpenggal
Kata-kata gugup dan gagu
Tak sanggup dan ragu
Tapi tetap bacalah,
Biarkan gairah menyelubungimu
Suatu saat kita akan bercinta dengan panas
Sambil membayangkan anak-anak kita yang akan lahir
Dan lihatlah bagaimana pohon di luar gemetaran
Bergoyang hingga ke pucuk membayangkan kita berpeluk
Disaat itu aku ingin karam perlahan
Ke dalam rentang tanganmu yang sehangat pediangan
Sigit Jati Kusumo
2105
Tidak ada komentar:
Posting Komentar