Sabtu, 16 April 2016

Sajak Rindu

Sajak-sajakku kau tahu
Adalah wujud renjana padamu
Dan sebagai bejana penampung rindu

Bertahun ia mengidam kau baca
Sehimpun rasa terpendam dalam kata

Bacalah,
Biarkan anganmu berlari kecil
Seperti yang kita lakukan di minggu pagi
Agar jiwamu tak terkucil
Dan pandang sejernih air perigi

Deretan konsonan-vokal tak terlafal
Begitu sering gagal dan terpenggal
Kata-kata gugup dan gagu
Tak sanggup dan ragu

Tapi tetap bacalah,
Biarkan gairah menyelubungimu
Suatu saat kita akan bercinta dengan panas
Sambil membayangkan anak-anak kita yang akan lahir

Dan lihatlah bagaimana pohon di luar gemetaran
Bergoyang hingga ke pucuk membayangkan kita berpeluk
Disaat itu aku ingin karam perlahan
Ke dalam rentang tanganmu yang sehangat pediangan

Sigit Jati Kusumo
2105

Tidak ada komentar:

Posting Komentar