Kita adalah boneka takdir
Sebagai benteng, kuda, raja, atau entah apa sejak lahir
Menari di bawah kendali jemari sang dalang
Tanpa hak memilih dalam hidup yang jalang
Kemudian kita akan di bakar di gelapnya malam
Dalam kekal api neraka jahanam
Sang dalang dengan enaknya menentukan takdir
Seringkali yang ia guriskan berujung getir
Segala gerak di panggungnya ditentukan satu sabda
Sedari ketika para pion lahir hingga tiada
Sigit Jati Kusumo
2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar