Sabtu, 16 April 2016

Tentang Rumahku

Kepada adikku :

Bola lampu tua itu
Apakah masih menempel di dinding kamar ibu

Pijar keemasannya pernah menghangatkan malam malam kita dulu
Di kota yang anginnya terus berhembus
Di rumah yang kusennya dicat hijau kukus
Aku masih mengingat segalanya:
Masa kecilku

Apakah plafonnya masih berlubang seperti waktu itu
Dimana ada gelap membayang
Dan dari sana mengintip kecemasan
Seperti masa kecilku yang kadang terlalu gampang ketakukan

Ataukah masih seperti dimalam- malam yang lain
Kita duduk di lincak, pada beranda yang dibuai angin
Dengan punggung yg menyeru dingin
Menggigil dalam ingin

Kemudian bagaimana pula dengan dapur rumah kita
Yang tiap subuh bunyi ceklak - ceklek menggema
Dimana ibu memasak disana
Untuk kita yang berangkat segera

Disana pula kakek yang tiap pagi menyalakan tungku untuk memasak air hangat
Ah, kakek! Beliau meskipun sudah tua tapi masih penuh semangat
Tiga hari seminggu mengajar senam di balai desa
Tanpa lupa ibadah penghapus dosa

Sekarang aku ingin tahu bagaimana kamar kita
Yang gordennya dari bahan kain mentah warna biru
Yang aroma udaranya berbau gel rambutmu
Dan baju kotor bertumpuk dengan buku jadi satu

Aku sedang bicara tentang masa kecil kita
Yang mengendap disana di rumah tua
Dimana kenangan berserakan
Diantara tembok tua dan ubin yang telah berubah warna

Sigit jati kusumo,
2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar