Senja rebah, di sesela pohon
Sebersit cahaya membuncah, menembus celah celah peron
Cahaya temaram, surya tenggelam menolak padam
Di atas bordes buram, tempat semayam segala yang silam
Kenang dan angan saling sisipan dalam benak
Sejenak sadar ketika gerbong menyentak
Sebelum kembali mendaki ke puncak
Dan imaji tercampak dalam sajak
Sang penyair itu
Melihat alunan alam seperti bayang hantu
Entah apa yang ia tulis dalam ragu
Begitu ingin bebaskan kata dari belenggu
Sigit Jati Kusumo
Agustus, 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar