Sabtu, 16 April 2016

Senja Di Stasiun Kereta

Senja rebah, di sesela pohon

Sebersit cahaya membuncah, menembus celah celah peron

Cahaya temaram, surya tenggelam menolak padam

Di atas bordes buram, tempat semayam segala yang silam

Kenang dan angan saling sisipan dalam benak

Sejenak sadar ketika gerbong menyentak

Sebelum kembali mendaki ke puncak

Dan imaji tercampak dalam sajak

Sang penyair itu

Melihat alunan alam seperti bayang hantu

Entah apa yang ia tulis dalam ragu

Begitu ingin bebaskan kata dari belenggu

Sigit Jati Kusumo
Agustus, 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar