Penghujung musim kemarau
Kaki angin letih menyisir gigir pulau
Parasmu menebar serpih waktu
Tajam menghunus nasib tak menentu
Dalam badanmu kaldera mimpi remah kehidupan
Menjulang semu tak bertepi perambah khayalan
Di seluruh lembah tertutup berjuta madah
Untaian pujian pereda kerinduan
Denyar samar pendar pudar dan gebyar hambar
Datang jauh dari bagianmu yang entah
Mungkin kelenjar gairah atau lurung urat pecah
Tubuh gaibmu selaksa teka teki
Kadang membimbing kadang menyesatkan lelaki
Julang gunung - gemunung dan lembah mengerang gersang
Nafasku menggapai nafasmu dalam gamang
Sigit Jati Kusumo
11/4/2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar