Sabtu, 16 April 2016

Ritual

Malam turun perlahan
Cahaya rembulan menyusup di sesela kabut seperti rekahan
Angin berkesiut dari dahan ke dahan
Suara jantung tersudut sedikit berbagi keriuhan
Selarik blarak hanyut hilang di kejauhan

Sepasang anak adam, sedang berbagi cinta
Bersama menghabiskan malam, pada hal terbaik yang pernah dicipta
Dalam teriakan banal dan lenguh binal
Sebuah percumbuan singkat diujung hari jumat

Nafas sepasang manusia
Menjelma udara di ruang hampa
Bersama angin mengembara tanpa rupa
Sampai temu tabir rahasia

Di balik temaram subuh yang sebentar lagi lenyap
Embun perlahan menghilang melesap
Ke celah-celah tanah yang (masih) terbaring lelap
Lelah menunggu harap

Sigit jati kusumo
2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar