Malam turun perlahan
Cahaya rembulan menyusup di sesela kabut seperti rekahan
Angin berkesiut dari dahan ke dahan
Suara jantung tersudut sedikit berbagi keriuhan
Selarik blarak hanyut hilang di kejauhan
Sepasang anak adam, sedang berbagi cinta
Bersama menghabiskan malam, pada hal terbaik yang pernah dicipta
Dalam teriakan banal dan lenguh binal
Sebuah percumbuan singkat diujung hari jumat
Nafas sepasang manusia
Menjelma udara di ruang hampa
Bersama angin mengembara tanpa rupa
Sampai temu tabir rahasia
Di balik temaram subuh yang sebentar lagi lenyap
Embun perlahan menghilang melesap
Ke celah-celah tanah yang (masih) terbaring lelap
Lelah menunggu harap
Sigit jati kusumo
2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar