Aku pulang malam ini
Ke tempat yang dulu (pernah) kami huni
Yang dulu melepasku dengan murung saat dini hari
Pada malam terdingin di pertengahan februari
Deretan kursi bus malam
Angin merangsek ke dalam
Malam muram
Mulut bungkam
Betapa nasib buruk mengasihiku
Seakan tak bosan berada di sisiku
Entah dimana nasib baik dititipkan
Oleh ia yang ikut menghilang
Mungkin tersesat dalam senjanya yang kesepian
Sigit Jati Kusumo
Agustus, 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar