Sabtu, 16 April 2016

Malioboro

Pelupukmu menjelma aurora langit selatan
Bersinar dalam mata membola
Yang sarat sengkarut serat harapan
Berpendar seindah cahaya senja menembus jendela

Kau melangkah malam itu di malioboro
Sembari sesekali merapatkan kerah mengusir gigil
Dari seberang hotel mengalun nyanyian si pengamen afro
Dan kau tersenyum kecil
manis sekali...

Adakah yang lebih posesif
Dari genggamanmu kala itu
Bagaimana aku begitu pasif
Kau gelandang kesana kemari sepanjang waktu
Engkau membandang dan meletik seperti latu
Di antara lampu merkuri dan pengamen yang asyik sendiri

Aku punya malam terbaik bersamamu disini
Yang ingin terus ku ulang
Sampai nanti

Sigit Jati Kusumo
Desember, 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar