Sabtu, 16 April 2016

Pohon

Biarkan aku terpesona rerantingmu
Keras namun tak getas
Hidup di puncak musim keringku

Kita dua pohon dipisahkan takdir
Dihadiahi jalan berbeda sejak lahir

Kau pohon hayat tumbuh sempurna di nirwana
Tumbuh utuh dari biji tufah usai dikunyah penghuni surga
Mencecap mata air jernih sungai mengalir
Buahmu mengkal ranum mengundang kagum
Daunmu dihembus angin ringan, berdesir di dunia sihir

Aku hanya pohon pinggir rawa tempat berlindung lelawa
Tumbuh murung dari benih yang dijatuhkan burung
Mencecap air gambut, kesepian akut
Buahku nyaris masak sebelum jatuh dikulum alum
Dedaunku dipeluk embun sebelum luruh dibantun taifun

O... Bukankah kita begitu berbeda
Aku pohon tak genap tak lengkap
Tumbuh sekejap sebelum lenyap
Aku pucuk buluh hendak membelai bulan subuh
Dihantam rindu dendam tak khatam hingga lebam

Sigit Jati Kusumo
Februari,2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar