Hanyalah rindu yang kupuja sepanjang malam
Kala menggigil dihantam demam
Kusaksikan engkau berlarian
Nyaris merupa kenyataan
Hanyalah kenang yang muncul kala meriang
Mungkin kelelahan terlalu lama main hujan
Bau tubuhmu sebelum bersalin
Kembali hadir dibawa angin
Hanyalah sepi yang mengaburkan keadaan
Batas mimpi dan kenyataan
Sebab malam begitu rapuh
Kapanpun aku bisa ikut jatuh
Dan engkau masih bersliweran di sepanjang angan
Alismu lebat sesekali berkelebat di benakku yang pucat
Tak perlu setan menyamar sebab dari tadi aku sudah gemetar
Membayangkan hingga pening kala kita menyatu dalam hening
Sigit Jati Kusumo
Januari, 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar