Sabtu, 16 April 2016

Mengingat Ibu

Dulu, orang-orang bilang ibu pergi jauh
Satu tangannya menunjuk ke langit
Seolah ibu ada di langit ketujuh
Atau mereka hanya berkelit

Lantaran kembali ingin berkait
Aku dan adik jadi sering memandang langit
Bentang luas warna warni tak terperi
Ruang bebas tempat huni segala misteri

Masa kanak mungkin terenggut
Kebahagiaan yang datang tak jarang luput
Kenangan masa kecil dua anak dekil
Tersimpan menggigil dalam rumah mungil

Suatu waktu kami teriak: Kami adalah anaknya!
Langit beriak, kemudian melelehkan hujannya
Menggenang basah tanah kami
Mengenang ibu yang direngkuh bumi

Kami bahkan masih bisa mengingat
Senyumnya yang begitu hangat
Sentuhan lembut tangannya di dahi kala demam
Ketika ia menyelimuti kami kala malam

Dan betapa kami ingin berterimakasih atas ribuan ciuman yang ia berikan
Hingga sekarang pori pori kulit pipi kami masih bisa merasakan
Juga rasa air susunya yang menenangkan
Kala kami digendong dalam rentang buaian

Waktu mengesahkan segalanya
Waktu adalah bukti bahwa ia pernah ada
Suatu saat ketika jantung kami lelah menari
Berharap bertemu ibu di antara para bidadari

Sigit Jati Kusumo
14 Juni 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar