Matahari mendekat kemarau mendekap
Awan berjingkat hujan disekap
Ceruk air melumpur pekat harapan petani lindap
Semak hutan tak lagi lebat binatang hilang harap
Bila engkau adalah kemarau panjang
Akulah satu-satunya pohon jati yang tak pupus berjuang
Walau daunku tak lagi rindang
Dan tubuh kekarku kering kerontang
Disiksa dirimu yang terlampau lama bertandang
Jangan pergi!
Buai daun compang campingku dari awal pagi
Hingga terbakar lagi dan lagi
Biarkan wujud ini menguap
Hilang serupa asap
Menyatu dengan langit
Meninggalkan semua rasa sakit
Sebab disana aku akan ada menemanimu
Mengarungi pagi hingga petang tanpa jemu
Meski kau ada untuk memperpanjang derita
Dan ilusi dari kesia-siaan cinta
Sigit Jati Kusumo
Agustus, 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar