Aku ingin malam yang dipenuhi nyala lilin
Seperti di malam itu dan malam-malam yang lain
Di keempat penjuru kamar
Ada cahaya lilin berpendar
Dan kita sama-sama mendengar
Koor para biduan berjuang melawan kegelapan
Kala selaput telinga tergetar
Dan dada sesak dipenuhi harapan
Ketika kita dikuduskan cinta
Kehadiranmu menjadi nyata,
Pun ketika tuhan memberi perpisahan
Untuk melengkapkan makna kesedihan
Air matamu senyap tak bersuara
Namun begitu lantang mengabarkan duka
Senyummu sunyi tak beriak
Tapi menerjang kalbuku laksana ombak
Sigit jati kusumo,
2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar