Sabtu, 16 April 2016

Tawa Yang Tak Selesai

Aku ingin malam yang dipenuhi nyala lilin
Seperti di malam itu dan malam-malam yang lain
Di keempat penjuru kamar
Ada cahaya lilin berpendar

Dan kita sama-sama mendengar
Koor para biduan berjuang melawan kegelapan
Kala selaput telinga tergetar
Dan dada sesak dipenuhi harapan

Ketika kita dikuduskan cinta
Kehadiranmu menjadi nyata,
Pun ketika tuhan memberi perpisahan
Untuk melengkapkan makna kesedihan

Air matamu senyap tak bersuara
Namun begitu lantang mengabarkan duka
Senyummu sunyi tak beriak
Tapi menerjang kalbuku laksana ombak

Sigit jati kusumo,
2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar